
"Bekerja di Pusat Rehabilitasi YAKKUM memungkinkan saya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kehidupan orang-orang di luar sana, selain itu saya juga bersyukur bisa bekerja di lingkungan yang sangat mendukung dimana pekerjaan saya dihargai dan saya didukung untuk mengembangkan keterampilan saya."
- Adit, Staf Infokom & Admin di Pusat Rehabilitasi YAKKUM
Di Pusat Rehabilitasi YAKKUM, staf kami adalah salah satu aset terbesar yang kita punya. Kami percaya bahwa perekrutan, retensi dan pelatihan staf yang berhasil sangatlah penting untuk kesuksesan organisasi.
Difabel sangat dianjurkan untuk mengajukan lamaran pada posisi yang diiklankan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hai, Kawan Inklusi yang peduli pada isu inklusi disabilitas!
Pusat Rehabilitasi YAKKUM lagi buka kesempatan buat kamu yang ingin jadi bagian pembawa perubahan di dunia inklusi.
Kami lagi mencari Kawan Inklusi untuk mengisi posisi di Staf Keuangan dan Fisioterapis nih!
Kirim dokumen lamaranmu ke hrdpry@gmail.com dan jangan lupa cc ke one.map.recruit@gmail.com ya!
Deadline sampai 15 April 2025. Kami tunggu!
Punya pertanyaan? Chat kami di WhatsApp 082134891641





Akses terhadap informasi memang menjadi semakin mudah, termasuk informasi tentang kesehatan mental. Kita menjadi terbiasa dengan berbagai istilah diagnosa klinis yang sebelumnya hanya dibicarakan pada tataran medis, sekarang seakan menjadi tren, istilah gangguan kesehatan mental sering menjadi topik yang bermunculan di beranda sosial media kita. Tetapi keterbukaan informasi ini bak pisau bermata dua, yang kerap membuat remaja saat ini menjadi rentan terhadap distorsi informasi yang bisa mengaburkan esensi dari pemulihan itu sendiri.
Di tanah Nias yang dikenal dengan lompat batunya, di balik label wilayah "3T" yang menyematkan predikat Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, tersimpan sebuah realitas yang jarang tersorot lampu kamera milik media massa. Di sebuah sudut Desa Loloanaâa Lolomoyo, ada cerita-cerita yang tenggelam di antara pecahan ombak dan rimbunnya kebun; cerita tentang kawan difabel yang "tak terlihat" meski berada di tengah keramaian.
"Saya ingin menekankan bahwa penelitian ini memiliki potensi besar untuk menjadi model yang berkualitas tinggi, bahkan dapat dicontoh secara global", tutur dr. Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Kementerian Kesehatan RI.
Proyek ASIK akan menggunakan pendekatan ekosistem secara menyeluruh terhadap kesehatan mental yang mempertimbangkan; lingkungan individu dan interaksi social, faktor penentu sosial, mencegah resiko dengan potensi di sekolah, keluarga dan masyarakat, dengan melibatkan semua sektor agar bersinergi dalam berbagai program untuk memastikan dukungan yang komprehensif