
Resource Center Pusat Rehabilitasi YAKKUM adalah pusat sumber informasi dan pembelajaran untuk membangun serta meningkatkan kapasitas terkait inklusi disabilitas dan kesehatan jiwa berbasis masyarakat baik secara internal maupun eksternal lembaga. Resource Center PRY hadir sebagai upaya untuk berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dalam berbagai sektor di Indonesia.
Di bawah naungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang adalah lembaga Sosial (NGO) memiliki mandat untuk memberikan layanan yang holistik kepada orang dengan disabilitas dan telah memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mendampingi orang dengan disabilitas lebih dari 40 tahun. Kami hadir sebagai solusi yang tepat atas semakin tingginya kesadaran akan pentingnya membangun masyarakat yang lebih inklusif di berbagai sektor pembangunan di Indonesia.
Materi dan metode pelatihan yang di desain menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan dari target peserta pelatihan sehingga menjawab kebutuhan dari peserta pelatihan membuat kami dipercaya memberikan pelatihan di berbagai sektor pembangunan di Indonesia hingga saat ini seperti : sektor kesehatan (Rumah Sakit & Puskesmas), sektor Pendidikan (Sekolah & Universitas), Sektor Pariwisata (Hotel), sektor keagamaan (Gereja) dan juga sektor-sektor pembangunan lainnya sebagai bentuk kontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif.
Fakta bahwa saat ini masih banyak penyandang disabilitas yang masih menemui banyak hambatan terkait dengan pemenuhan hak, seperti aksesibilitas yang tidak layak, perundungan/stigma, serta terbatasnya pengetahuan terkait disabilitas. Oleh karena itu, kami menawarkan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terkait dengan disabilitas di Instansi bapak/ibu untuk menjawab kebutuhan ini.
Film dokumenter advokasi "Jalan Pulih" produksi Pusat Rehabilitasi YAKKUM berkolaborasi dengan Locomotion, PPRBM Solo, dan sutradara Wahyu Utami, dengan dukungan Program INKLUSI berhasil terpilih sebagai salah satu karya yang terkurasi dalam ajang Djourno Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Progresif dan WatchDoc. Film yang menyoroti dinamika kehidupan perempuan dengan disabilitas psikososial di Banjarnegara ini sukses diputar di hadapan publik di Yogyakarta dan Jakarta, membawa suara yang kuat dari akar rumput yang sering tidak terdengar, serta narasi baru mengenai makna pemulihan.
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan jiwa yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Di banyak daerah, jumlah tenaga kesehatan masih terbatas, kapasitas puskesmas belum merata, dan akses terhadap layanan spesialis seperti psikolog dan psikiater masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, belum semua puskesmas memiliki kapasitas yang memadai untuk memberikan layanan kesehatan jiwa, baik dari sisi tenaga kesehatan terlatih maupun ketersediaan obat. Dari total Puskesmas di Indonesia, baru 58.25% atau sekitar 6.000 Puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa.
Terbatasnya akses informasi dan layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga dalam mendampingi anggota keluarga dengan difabel psikososial. Padahal, proses pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Kawan-kawan difabel psikososial juga membutuhkan ruang yang aman, dukungan sosial, serta aktivitas yang bermakna untuk membantu mereka kembali berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
Puluhan remaja dari berbagai SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Auditorium IFI Yogyakarta dalam peluncuran dua film pendek dan Buku Kesehatan Mental Remaja dan Orang Muda. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) melalui Program ASIK (Asik Sehat Jiwa Kontribusi dari Orang Muda), dengan dukungan CBM Global ini menunjukkan bahwa remaja tidak hanya menjadi sasaran kampanye kesehatan mental, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui karya yang mereka ciptakan sendiri.