
Pusat Rehabilitasi YAKKUM percaya bahwa Orang Dengan Disabilitas dapat meraih kemandirian baik secara ekonomi, fisik maupun sosial. Salah satu dukungan yang diberikan Pusat Rehabilitasi YAKKUM bagi Orang Dengan Disabilitas adalah melalui pelayanan alat bantu mobilitas.
Alat bantu mobilitas dibuat di dalam sentra dengan tenaga yang sudah berpengalaman dalam bidang Prosthetic dar Orthotic. Proses pembuatan alat bantu sendiri selalu diawal dengan assessment dan pengukuran sehingga sesuai dengar ukuran masing-masing kelayan. Setelah alat bantu selesa diproduksi, proses pengepasan dan pelatihan penggunaan ala bantu juga akan menjadi tanggung jawab tenaga prosthetic dan orthotic Pusat Rehabilitasi YAKKUM.
Berbagai bentuk pelayanan yang kami tawarkan adalah:
• Melayani pembuatan anggota gerak atas dan bawah.
• Melayani pembuatan ortosis tulang belakang dan anggota gerak.
• Melayani alat bantu jalan seperti tongkat, walker, brace/penyangga kaki dan sepatu khusus
(orthopedic shoes).
• Melayani pekerjaan reparasi alat bantu mobilitas.
• Melayani pembuatan modifikasi kursi roda.
• Melayani pembuatan modifikasi sepeda motor roda tiga.
Keunggulan produk kami:
• Bahan baku yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pasien sehingga
umur pakai dapat tahan lama.
• Harga yang kami tawarkan terjangkau.
• Alat bantu nyaman dan tahan lama.
• Bergaransi.
Setiap pagi, pak Tama menyapa anak-anak di KB & TK Padamara, Wonosari, Gunungkidul. Seperti hiasan di dinding ruang kelas itu, ia telah memberi warna di dunia pendidikan inklusif karena peran yang tidak biasa bagi mayoritas laki-laki di Indonesia: menjadi guru di sebuah Kelompok Bermain (KB).
Project Learning Unlocked merupakan salah satu bagian dari project yang dijalankan Pusat Rehabilitasi YAKKUM fokus pada isu Pendidikan inklusif anak usia dini. Pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, bahasa, maupun latar belakang budaya.
Melalui peringatan hari Clubfoot Sedunia World Clubfoot Day 2026 ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Peningkatan Layanan Clubfoot/CTEV dengan dukungan MiracleFeet didedikasikan untuk merayakan anak-anak tangguh yang akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian protokol medis dan dinyatakan lulus treatment.
Di tengah kehidupan masyarakat Yogyakarta yang dikenal ramah dan penuh keberagaman, komunitas Penghayat Kepercayaan ternyata masih menghadapi banyak persoalan. Tidak sedikit dari mereka yang hidup dalam perasaan takut, minder, dan memilih menyembunyikan identitas karena khawatir mendapatkan diskriminasi dari lingkungan sekitar. Persoalan ini bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan rasa percaya diri mereka sebagai manusia.