
"CBM telah bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM selama bertahun-tahun. Kemitraan kami didasarkan pada visi bersama untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, komitmen bersama untuk saling belajar dan keterbukaan terhadap perubahan, dan bekerja sama dengan penyandang disabilitas di Indonesia dalam mencapai visi kami. Dengan senang hati, CBM mencatat bahwa selama evaluasi akhir-akhir ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM memiliki pengaruh yang lebih besar daripada yang diharapkan terhadap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, yang menghasilkan perubahan yang bertahan lama dan berkelanjutan bagi kehidupan penyandang disabilitas.”
– Mathew Haning, Country Director, CBM Indonesia
Pusat Rehabilitasi YAKKUM memiliki keistimewaan untuk bekerja dengan banyak organisasi lokal dan internasional ternama. Dengan menggabungkan pengalaman, pengetahuan dan sumber daya yang luas dengan organisasi sejenis lainnya, bersama-sama kami dapat mencapai hasil di luar apa yang mungkin terjadi bila masing-masing bekerja sendiri.
Kami selalu membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan organisasi baru.
Jika organisasi Anda tertarik untuk bermitra dengan kami atau mendukung pekerjaan kami untuk mendukung hak penyandang disabilitas mencapai kemandirian, jangan ragu untuk menghubungi kami:
Telepon: +62 822-6424-0902
Email: support@pryakkum.org
Facebook: Pusat Rehabilitasi YAKKUM
Instagram: @pryakkum
Film dokumenter advokasi "Jalan Pulih" produksi Pusat Rehabilitasi YAKKUM berkolaborasi dengan Locomotion, PPRBM Solo, dan sutradara Wahyu Utami, dengan dukungan Program INKLUSI berhasil terpilih sebagai salah satu karya yang terkurasi dalam ajang Djourno Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Progresif dan WatchDoc. Film yang menyoroti dinamika kehidupan perempuan dengan disabilitas psikososial di Banjarnegara ini sukses diputar di hadapan publik di Yogyakarta dan Jakarta, membawa suara yang kuat dari akar rumput yang sering tidak terdengar, serta narasi baru mengenai makna pemulihan.
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan jiwa yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Di banyak daerah, jumlah tenaga kesehatan masih terbatas, kapasitas puskesmas belum merata, dan akses terhadap layanan spesialis seperti psikolog dan psikiater masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, belum semua puskesmas memiliki kapasitas yang memadai untuk memberikan layanan kesehatan jiwa, baik dari sisi tenaga kesehatan terlatih maupun ketersediaan obat. Dari total Puskesmas di Indonesia, baru 58.25% atau sekitar 6.000 Puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa.
Terbatasnya akses informasi dan layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga dalam mendampingi anggota keluarga dengan difabel psikososial. Padahal, proses pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Kawan-kawan difabel psikososial juga membutuhkan ruang yang aman, dukungan sosial, serta aktivitas yang bermakna untuk membantu mereka kembali berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
Puluhan remaja dari berbagai SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul di Auditorium IFI Yogyakarta dalam peluncuran dua film pendek dan Buku Kesehatan Mental Remaja dan Orang Muda. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) melalui Program ASIK (Asik Sehat Jiwa Kontribusi dari Orang Muda), dengan dukungan CBM Global ini menunjukkan bahwa remaja tidak hanya menjadi sasaran kampanye kesehatan mental, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui karya yang mereka ciptakan sendiri.